Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Fintech Lending Days 2026: Soroti Literasi Keuangan dan Peran Pindar untuk UMKM dan Petani Bali

Gubernur Wayan Koster meminta industri fintech, khususnya pinjaman online (pinjol), mengalokasikan lebih banyak dana ke sektor UMKM dan petani di Bali. Menurutnya, saat ini dua pertiga pinjol bersifat konsumtif, jauh dari target OJK yang menyarankan 40-50% untuk sektor produktif. Koster juga menekankan pentingnya literasi keuangan agar masyarakat tidak terjebak utang impulsif dan memahami ekosistem usaha lokal Bali.

Sebagai bagian dari Fintech Lending Days yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI), KrediOne menggelar kegiatan edukasi keuangan di Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan ini bertajuk "Cakap Finansial, UMKM Tumbuh Maksimal" dan diikuti oleh pelaku UMKM, kelompok tani seperti Kelompok Tani Jambu Kristal Tabanan, mahasiswa UNIBI, serta perwakilan pemerintah desa. KrediOne menekankan pentingnya literasi keuangan sebelum mengajukan pinjaman, membedakan utang produktif dan konsumtif, serta tiga prinsip transaksi digital: pinjam dengan sadar, gunakan layanan resmi terdaftar OJK, dan lindungi data pribadi.

Berdasarkan data OJK hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan Pindar mencapai Rp105,14 triliun dengan pertumbuhan 25,88% year-on-year dan 26,91 juta rekening peminjam aktif. Industri ini dianggap menjadi pilar penting dalam ekonomi digital Indonesia. Namun, DPR RI juga menekankan perlunya regulasi yang responsif dan edukasi konsumen untuk mengatasi pandangan negatif terkait penggunaan pinjol yang tidak bertanggung jawab, sekaligus mendukung peran Pindar dalam memperluas akses keuangan bagi UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut tiap media