Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

PLTN Diumbulkan sebagai Solusi Energi Data Center, Pemerintah Tekankan Pemetaan Air dan Listrik

Anggota DPR Komisi XII Eddy Soeparno menyatakan PLTN dapat menjadi solusi pasokan energi bersih untuk data center yang membutuhkan listrik stabil 24 jam. Ia menekankan nuklir sebagai pilihan yang sesuai karena kemampuannya menyediakan energi bersih dan stabil, sekaligus menyebut 64 proyek nuklir global dengan kapasitas 72 GW sebagai faktor persaingan untuk penempatan data center. PLN mengantisipasi dengan tender PLTN awal Januari 2027, meski proses pembangunan membutuhkan 10-15 tahun. Penggunaan nuklir dianggap tidak terhindarkan untuk menarik investasi data center.

Kementerian ESDM menanggapi kelangkaan air di sekitar data center dengan menekankan pentingnya pemetaan pasokan listrik dan ketersediaan air sebelum izin pengembangan. Wamen ESDM Yuliot Tanjung membuka peluang penggunaan PLTN sebagai sumber energi bersih. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengajak investor membangun data center di Indonesia, menyatakan potensi PLTA Mamberamo 23 GW dan Kayan 12 GW. Pemerintah berkomitmen pada target energi bersih 2050-2060 melalui RUPTL 2025-2034 dan PLTS 100 GW.

Perbedaan klaim muncul terkait pendekatan energi: Warta Ekonomi menekankan PLTN sebagai solusi utama, sementara CNBC Indonesia menonjolkan PLTA dan PLTS sebagai alternatif besar. Jumlah proyek nuklir global (64 proyek, 72 GW) hanya disebutkan oleh satu sumber.

Menurut tiap media