Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

PLTS 100 GW dan Kolaborasi Strategis PLN dalam Program Energi Surya Nasional

Pemerintah Indonesia, melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, merencanakan penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 GW untuk mendukung target Net Zero Emissions pada 2050-2060. Investasi yang diperlukan diperkirakan berkisar antara Rp1.140 triliun hingga Rp1.306 triliun, dengan proyeksi penghematan hingga Rp73,9 triliun per tahun dan penyerapan tenaga kerja mencapai 5,518 juta orang. Program ini juga diproyeksikan mengurangi emisi CO2 sebesar 140,16 juta ton setahun.

PLN Group menandatangani lima kolaborasi strategis senilai Rp3,3 triliun melalui Electricity Connect 2026, mencakup dedieselisasi PLTS-BESS di wilayah terisolasi, modernisasi gardu induk berbasis TKDN, penguatan rantai pasok komponen kritis, pemeliharaan aset, dan ekspansi layanan MRO ke Asia-Pasifik. Salah satu proyek spesifik melibatkan PLTS 60 MWp dengan BESS 200 MWh di Sulawesi Tengah dengan investasi Rp3,3 triliun, yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada diesel dan menekan BPP listrik hingga Rp1.000/kWh.

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menekankan pentingnya percepatan program PLTS 100 GW di Climate Week 2026 di New York, dengan 5,2 GWp yang sudah dalam pembangunan di 15 lokasi. Investasi energi terbarukan diproyeksikan mencapai US$180 miliar hingga 2034, dengan 73% kapasitas dibuka untuk independent power producers. Implementasi diperkirakan menciptakan lebih dari 1,7 juta green jobs dan menambah 0,1-0,7% pertumbuhan PDB tahunan. PT Bukit Muria Jaya juga meluncurkan PLTS 5,5 MWp yang mengurangi emisi karbon sebesar 6.836 ton CO2 per tahun.

Menurut tiap media