Proyek Listrik 'Kebanggaan' Prabowo Butuh Investasi Rp1.306 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merencanakan penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 GW. Proyek strategis pemerintahan Presiden Prabowo ini membutuhkan investasi sekitar US$70-73 miliar atau setara Rp1.306 triliun dan ditargetkan selesai dalam tiga tahun.
Program ini bertujuan memperkuat kemandirian energi nasional dan mencapai target net zero emission (NZE) pada 2050-2060. Pemerintah akan merevisi RUPTL untuk mendorong porsi energi baru terbarukan hingga 70%. Presiden Prabowo menegaskan bahwa optimalisasi energi surya, panas bumi, gas, dan minyak dilakukan untuk menghapus ketergantungan impor energi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 22 September 2026 pukul 17.36
Demi Kejar PLTS 100 GW, Bahlil Bakal Pangkas Birokrasi Proses Tender
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 08.02
Bitcoin Rebound ke USD87.000, Investor Diimbau Tak Terjebak FOMO
JawaPos · 23 September 2026 pukul 07.00
IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Lanjut Koreksi, Cek Rekomendasi Saham AMRT hingga BBRI
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 00.01
HKCHAM Indonesia Jembatani Bisnis-Investasi RI, Hong Kong & Tiongkok Daratan
Berita terkait
Sederet Hambatan RI Kejar Target PLTS 100 GW
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 19.35
Investor Incar Proyek PLTS di Indonesia
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 20.15
PNRE Siapkan Lahan hingga Pabrik Panel Dukung PLTS 100 GWp
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 14.40
METI Proyeksi Investasi Program PLTS 100 GW Capai Rp1.440 Triliun
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 10.50