Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

PLTS 100 GW Prabowo dan Investasi Rp2.133 Triliun RUPTL Jadi Sorotan

Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GW dalam tiga tahun untuk mendukung target net zero emissions 2060. Saat ini kapasitas terpasang energi surya Indonesia hanya 9 GW, dengan porsi EBT nasional 18,9 persen di tengah dominasi batu bara. Konsultan global Arup menilai ambisi ini teknis memungkinkan dengan tiga kunci: iklim investasi kondusif, ketersediaan lahan, dan kejelasan tahapan eksekusi.

BKPM proyeksikan implementasi RUPTL 2025-2034 membuka investasi Rp2.133,7 triliun dengan tambahan kapasitas pembangkit 69,5 GW. Dari totalnya, 42,6 GW (61%) adalah EBT, 10,3 GW penyimpanan energi, dan 16,6 GW pembangkit fosil. PLTS menyumbang 17,1 GW dari EBT. Sektor pembangkitan butuh lebih dari 836.000 pekerja, termasuk 760.000 green jobs.

Perbedaan muncul dalam angka kapasitas. JPNN melaporkan kapasitas terpasang energi surya saat ini 9 GW, sementara JawaPos menyebutkan potensi EBT Indonesia mencapai 3.687 GW dengan tenaga surya 3.294 GW. JawaPos juga menunjukkan kapasitas EBT yang dimanfaatkan pada 2026 hanya 16,33 GW, jauh di bawah potensi tersedia.

Menurut tiap media