Implementasi RUPTL Bisa Datangkan Investasi Rp2.133 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BKPM menyatakan implementasi RUPTL 2025-2034 membuka peluang investasi Rp2.133,7 triliun dengan tambahan kapasitas pembangkit listrik 69,5 GW. Dari total ini, 42,6 GW atau 61% adalah energi baru terbarukan (EBT), 10,3 GW untuk penyimpanan energi, dan 16,6 GW untuk pembangkit fosil. PLTS menjadi sumber EBT dengan tambahan kapasitas 17,1 GW. Sektor pembangkitan diperkirakan membutuhkan lebih dari 836.000 pekerja, dengan lebih dari 760.000 green jobs. Meskipun potensi EBT Indonesia mencapai 3.687 GW (tenaga surya 3.294 GW), kapasitas EBT yang dimanfaatkan pada 2026 hanya 16,33 GW atau kurang dari 0,5% dari total potensi, menunjukkan ruang investasi yang masih luas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 19.13
Konsultan Global Soroti Ambisi PLTS 100 GW Prabowo, Sebut 3 Hal Ini Jadi Kunci
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 15.17
Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 04.45
Airlangga Ungkap Ekonomi Hijau Bisa Serap 5,3 Juta Pekerja di 2029
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 18.15
Airlangga: Ekonomi Hijau Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2-3%
Berita terkait
Eddy Soeparno Bicara Urgensi Kebut Realisasi PLTS 100 GW di New York
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 17.52
Akomodasi Program Prabowo PLTS 100 GWp, Airlangga Minta RUPTL Direvisi
JawaPos · 29 September 2026 pukul 23.15
Implementasi RUPTL Bisa Datangkan Investasi Rp2.133 Triliun
JawaPos · 29 September 2026 pukul 17.30
Pembangunan PLTS 100 GWp dalam 3 Tahun Dinilai Realistis
JawaPos · 26 September 2026 pukul 16.30