Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Polusi Udara Jakarta Meningkat, Modifikasi Cuaca Terganjal Ketiadaan Awan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan peningkatan polusi udara di Jakarta akibat cuaca kering tanpa hujan selama hampir tiga minggu. Pemerintah provinsi telah mencoba melakukan modifikasi cuaca untuk menambah awan, namun terhambat karena tidak ada awan yang memungkinkan. Beberapa media menyebutkan hambatan termasuk ketersediaan awan hujan sangat rendah, kondisi atmosfer sangat kering sehingga tidak bisa menyerap air, dan arah angin tidak mengarah ke Jakarta.

Fenomena El Niño diperkirakan berlangsung hingga akhir September 2026, sehingga Pramono meminta masyarakat menggunakan transportasi umum untuk mengurangi emisi. Ada perbedaan dalam detail: satu media menyebutkan bahwa transportasi umum memiliki layanan gratis bagi 15 golongan masyarakat, sementara media lain tidak. Selain itu, satu media melaporkan indeks kualitas udara (IKU) di Menteng mencapai 121 yang masuk kategori tidak sehat pada hari tertentu, yang tidak disebutkan oleh media lain.

Pemerintah juga berencana mengubah seluruh armada TransJakarta menjadi kendaraan listrik pada tahun 2029. Satu media mengungkapkan peluncuran sistem peringatan dini kualitas udara yang dapat memprediksi kondisi hingga 3 hari ke depan, namun informasi ini tidak ada di media lain. Puncak musim kemarau diperkirakan akhir September hingga pertengahan Oktober, dengan hujan mulai turun pada pekan pertama atau kedua Oktober, menurut satu sumber.

Menurut tiap media