Potensi Perubahan Desil Kesejahteraan Akibat Pelaksanaan Survei Ekonomi 2026
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan potensi perubahan desil kesejahteraan akibat pelaksanaan Survei Ekonomi 2026. Saat ini, penyaluran bansos menggunakan satu data dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah sedang melakukan survei ulang untuk memperbaru data kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Airlangga menegaskan data sosial dan ekonomi bersifat dinamis sehingga hasil survei mungkin berbeda dari desil saat ini. BPS juga menyatakan Sensus Ekonomi 2026 menjadi salah satu elemen penentu desil kesejahteraan keluarga Indonesia, meskipun bukan satu-satunya sumber. Penetapan desil 9 dan 10 dalam DTSEN menjadi perbincangan karena sejumlah rumah tangga mengaku masuk kelompok kesejahteraan tertinggi meski kondisi ekonominya tidak mencerminkan kaya. BPS menjelaskan bahwa desil merupakan pemeringkatan relatif kesejahteraan keluarga, bukan ukuran mutlak kaya atau miskin. Dalam DTSEN, keluarga dibagi ke dalam 10 desil berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi seperti kondisi rumah, air bersih, bahan bakar memasak, aset, listrik, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan keberadaan anggota disabilitas. Desil 1 adalah kelompok paling rendah, desil 10 adalah paling tinggi. Penentuan desil menggunakan metode Proxy Means Test (PMT) yang komprehensif.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Menko Airlangga Buka Suara Soal Potensi Perubahan Desil Kesejahteraan Penerima Bansos
20 Agustus 2026 pukul 18.02 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Gaduh Desil 9 dan 10, Siapa Sebenarnya Kelompok Kaya RI?
22 Agustus 2026 pukul 15.15 · Baca aslinya ↗