Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Buka Peluang Perombakan Kabinet Jelang Masa Pemerintahan Kedua

Presiden Prabowo Subianto membuka peluang perombakan atau reshuffle kabinet menjelang masa pemerintahan kedua (2024-2026). Ia menyatakan evaluasi kinerja kabinet dilakukan secara berkelanjutan dengan fokus pada penempatan orang yang tepat di posisi yang benar. Beberapa kementerian tidak berada di garis depan, namun menterinya bekerja sesuai kemampuan. Media Warta Ekonomi melaporkan pengamat politik Adi Prayitno memperingatkan bahwa reshuffle dapat terjadi menjelang tahun politik 2027, terkait dukungan partai Politik di Kabinet Merah Putih yang setengah hati. Detik.com menyebut Prabowo menggunakan analogi kesebelasan sepakbola dengan tim inti dan cadangan, serta menyatakan tujuan reshuffle adalah penempatan berdasarkan kompetensi. CNBC Indonesia melaporkan Prabowo menekankan prioritas seperti ketahanan pangan, energi terbarukan, dan penanggulangan kemiskinan. Berbeda, Detik.com menyebut angka investasi Rp 1,010 triliun hingga Juni 2026 dari target APBN 2025 sebesar Rp 1,931 triliun, serta 1,4 juta lapangan kerja dibuka pada 2025. Warta Ekonomi menyebut Purbaya Yudhi Sadewa dicopot sebagai Menkeu pada 14 September 2026 sebagai konteks reshuffle.

Menurut tiap media