Prabowo dan Pakar Diskusikan Strategi Pemadaman Kebakaran Lahan Gambut
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Prabowo Subianto secara terbuka meminta bantuan para pakar untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam pertemuan dengan 22 pakar, ia mengakui ketergantungannya pada keahlian orang lain dalam pengambilan keputusan, sekaligus menekankan pentingnya kolaborasi ilmiah. Prabowo menjelaskan bahwa selama karirnya di TNI, ia selalu mengandalkan nasihat para ahli untuk kesuksesan. Kini, menghadapi isu karhutla, ia tidak ingin pemerintah hanya mengandalkan keputusan internal, melainkan membutuhkan masukan konkret dari para pakar untuk pencegahan sejak dini.
Pakar UI Yulianto Sulistyo Nugroho memberi masukan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai sulitnya memadamkan kebakaran lahan gambut. Hal ini disebabkan sifat hidrofobik gambut setelah pengeringan ekstrem, sehingga membutuhkan air dalam jumlah besar. Penelitian menunjukkan 1 kg gambut butuh 6 liter air, sementara 1 hektare lahan bisa memerlukan 200 ribu hingga 1 juta liter air.
Yulianto menekankan bahwa pencegahan adalah kunci utama karena akses geografis yang sulit dan tidak efektifnya metode water bombing untuk lahan gambut. Sebagai solusi, ia menyarankan pengembangan teknologi deteksi dini titik api dan penggunaan metode injeksi langsung ke lapisan gambut untuk mempercepat proses pemadaman. Presiden juga menyoroti efektivitas tim darat dibandingkan penggunaan helikopter, sekaligus meminta solusi ilmiah khusus untuk lahan gambut yang memiliki karakteristik berbeda.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Pakar UI Beri Masukan ke Prabowo, Jelaskan Kebakaran Gambut Sulit Dipadamkan
25 September 2026 pukul 19.14 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Prabowo Mengaku Tak Bisa Apa-apa Tanpa Bantuannya Pakar: Jadi Mohon Saya Diberi Masukan...
26 September 2026 pukul 03.00 · Baca aslinya ↗