Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Dorong Ratifikasi FTA Indonesia-Eurasia di Eastern Economic Forum

Presiden Prabowo Subianto meminta negara-negara Eurasian Economic Union (EAEU) meratifikasi Perjanjian Dagang Bebas (FTA) yang ditandatangani pada 21 Desember 2025 di St. Petersburg. FTA ini melibatkan Indonesia, Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia. Indonesia sudah menyelesaikan persetujuan parlemen dan menerbitkan Peraturan Presiden untuk ratifikasi. Prabowo menyampaikan permohonannya dalam Eastern Economic Forum di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026). FTA ini akan menghapus atau mengurangi bea masuk untuk 11.882 pos tarif, lebih dari 90% dari seluruh barang yang diperdagangkan. Prabowo menekankan bahwa FTA ini merupakan arsitektur perdagangan South-South yang membuka lima pasar bagi produsen Indonesia dan memberikan akses ke lebih dari 290 juta konsumen bagi produsen Eurasia.

Sementara itu, Prabowo juga menargetkan peningkatan dua kali lipat nilai perdagangan Indonesia-Rusia dalam beberapa tahun ke depan, didorong oleh rencana pengesahan FTA ini pada awal 2027. Nilai perdagangan keduanya mencapai US$5 miliar pada 2025, naik 21,7% dari 2024. Prabowo menekankan komplemen ekonomi kedua negara: Rusia unggul pada gandum, pupuk, energi, dan teknologi, sementara Indonesia menawarkan minyak sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, dan tenaga kerja muda.

Untuk meningkatkan konektivitas fisik dan mobilitas masyarakat, Prabowo mendorong pembukaan jalur pelayaran langsung Vladivostok-Indonesia dan penerbangan langsung. Sebagai pintu gerbang ASEAN dengan populasi 680 juta jiwa, Indonesia diharapkan menjadi akses strategis bagi pelaku usaha Eurasia.

Menurut tiap media