Prabowo: Fragmentasi Ekonomi Global Perlu Sistem Keuangan Alternatif yang Berdampingan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya memperkuat kerja sama keuangan dan perdagangan di tengah dunia yang semakin terfragmentasi dalam pidatonya pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. Prabowo menyampaikan bahwa perdagangan kini sering digunakan sebagai instrumen tekanan, sementara rantai pasok dan sistem keuangan terdampak ketegangan geopolitik. Ia berargumen bahwa ketahanan keuangan global membutuhkan lebih dari satu sistem yang dapat berfungsi, agar tidak bergantung pada satu arsitektur yang berisiko gangguan.
Menurut Prabowo, sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi yang andal perlu diperkuat agar perdagangan tetap berjalan lancar meski terjadi gangguan pada satu jalur. Ia menegaskan bahwa penguatan sistem keuangan alternatif bukan untuk mengganti sistem yang ada, melainkan untuk memastikan kontinuitas, stabilitas, dan kepercayaan dalam perdagangan internasional. Kerja sama lintas negara di bidang pangan, energi, ilmu pengetahuan, logistik, dan perdagangan menjadi kunci untuk menjaga aliran keuangan dan perdagangan tetap berjalan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Prabowo mengaitkan pandangannya dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, di mana Indonesia menentukan sendiri kepentingan nasional dan tidak ingin bergabung dengan aliansi militer mana pun, tetapi terbuka terhadap kerja sama ekonomi. Sebagai contoh, ia menyebutkan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) sebagai bentuk kerja sama yang tidak ditujukan untuk menghadapi pihak tertentu, melainkan untuk memperluas kesejahteraan bersama.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
ANTARA News
Prabowo tekankan pentingnya kerja sama keuangan dan perdagangan
3 September 2026 pukul 18.37 · Baca aslinya ↗
VOI
Prabowo Soroti Perdagangan Dunia Jadi Senjata, Rantai Pasok Terbelah oleh Kecurigaan
4 September 2026 pukul 06.10 · Baca aslinya ↗