Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Soroti Perdagangan Dunia Jadi Senjata, Rantai Pasok Terbelah oleh Kecurigaan

Presiden Prabowo Subianto menyoroti tren fragmentasi ekonomi global dalam pidatonya pada Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada 3 September 2026. Ia mengatakan perdagangan kini kerap dijadikan senjata, sementara rantai pasok dan sektor keuangan terkotak-kotak berdasarkan rasa saling curiga dan batasan geografis. Menurut Prabowo, kondisi ini justru menjadikan kerja sama antarnegara semakin penting, terutama di bidang pangan, energi, ilmu pengetahuan, logistik, dan perdagangan. Ia menekankan pentingnya sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi yang andal agar perdagangan tetap berjalan lancar. Prabowo menegaskan bahwa memperkuat ketahanan ekonomi global tidak berarti mengganti satu sistem dengan sistem lain, melainkan menciptakan sistem yang dapat berdampingan agar arus perdagangan tetap terjaga meski salah satu jalur mengalami gangguan. Dalam konteks ini, Prabowo mengaitkan pandangan tersebut dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, di mana Indonesia menentukan sendiri kepentingan nasional dan tidak ingin bergabung dengan aliansi militer mana pun, tetapi terbuka terhadap kerja sama ekonomi. Prabowo menyebutkan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) sebagai salah satu bentuk kerja sama tersebut, yang tidak ditujukan untuk menghadapi pihak tertentu, melainkan untuk memperluas kesejahteraan bersama.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait