Prabowo Instruksikan Penghapusan Hambatan Industri Tekstil dan Produk Tekstil
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penghapusan hambatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) melalui rapat terbatas di Istana Negara. Fokus utama meliputi peninjauan Persetujuan Teknis (Pertek) untuk kemudahan bahan baku, penertiban impor kiloan dan balpres ilegal oleh Bea Cukai, serta penyederhanaan sertifikasi halal untuk industri tekstil dan alas kaki. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa bahan baku berbasis kulit dan sertifikasi halal menjadi prioritas, sambil meminta penyempurnaan aturan untuk barang impor di sisi hilir seperti produk balpres yang mengganggu produsen lokal.
Industri TPT memberikan kontribusi PDB sebesar 0,97% dengan serapan 4 juta tenaga kerja dan nilai ekspor US$12 miliar. Pertumbuhan industri TPT mencapai 5,6%, sementara barang kulit dan alas kaki tumbuh 8,25%. Saat ini, Indonesia menjadi net ekspor pada produk garmen (ekspor US$8,7 miliar, impor US$690 juta), namun masih menjadi net importir pada sektor hulu dengan nilai impor US$8,4 miliar dan ekspor US$3,1 miliar.
Selain itu, pemerintah akan menyelesaikan harmonisasi tarif bea masuk dan isu Bea Masuk Anti Dumping. Ada usulan untuk melegakan pajak (PPN) bagi pekerja dengan status PKWT dan mengevaluasi tarif pajak bagi perusahaan tekstil ekspor.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Prabowo Keluarkan Titah Baru, Sorot Sertifikasi Halal-Balpres Ilegal
22 September 2026 pukul 19.45 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Prabowo Minta Syarat Bahan Baku Tekstil Ditinjau, Barang Impor Ilegal Ditindak
22 September 2026 pukul 22.00 · Baca aslinya ↗