Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Minta Maaf Sekolah NU Belum Dapat Layar Interaktif, Janji Kirim Empat Unit

Presiden Prabowo Subianto meminta maaf kepada Nahdlatul Ulama (NU) karena sekolah dan pesantren di lingkungan NU belum menerima layar interaktif. Ia menjelaskan keterlambatan ini disebabkan oleh kelalaian administratif, bukan kesalahan Menteri Pendidikan, karena sekolah NU berada di bawah pengelolaan Kementerian Agama. Prabowo memastikan seluruh ruang kelas sekolah NU akan mendapatkan layar interaktif, bahkan lebih cepat dari sekolah negeri. Tahun ini, setiap ruang kelas sekolah NU akan menerima empat layar interaktif, sementara sekolah negeri hanya akan mendapatkan tambahan tiga layar setelah satu layar yang diterima tahun sebelumnya. Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak menimbulkan kesenjangan dalam distribusi fasilitas pendidikan. Pernyataan ini disampaikan saat pembukaan Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (27/8). Meskipun terlambat, Prabowo menjanjikan bahwa pemerintah akan segera memberikan panel interaktif kepada sekolah dan pesantren NU. Ia menekankan komitmen pemerintah untuk memastikan semua sekolah NU menerima fasilitas yang sama dengan sekolah negeri. Dengan demikian, ia berharap utangnya kepada NU akan segera terpenuhi dan menjadi bukti bahwa pemerintah serius mendukung pendidikan di lingkungan NU.

Menurut tiap media