Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Presiden Prabowo Buka Peluang Reshuffle Kabinet Menjelang Dua Tahun Pemerintahan

Presiden Prabowo Subianto membuka peluang reshuffle kabinet menjelang dua tahun pemerintahannya untuk menempatkan orang yang tepat pada posisi yang sesuai atau mengganti pejabat yang bermasalah hukum. Prabowo menggunakan analogi kesebelasan sepak bola untuk menjelaskan peran menteri sebagai pemain inti, striker, hingga cadangan. Meski evaluasi dilakukan terus-menerus, belum ada keputusan mengenai perombakan besar karena fokus pemerintah saat ini adalah menangani persoalan mendasar Indonesia.

Dalam implementasinya, Presiden telah mengganti Menteri Keuangan Muhyonot Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara pada September 2026. Suahasil menerima instruksi untuk menjaga kesehatan keuangan negara dan kredibilitas instrumen fiskal. Namun, pakar tata kelola pemerintahan Lukas Suwarso menilai pergantian ini tidak mengubah kebijakan karena tidak menyentuh persoalan struktural, serta menyarankan pemangkasan jumlah kabinet dari 101 menjadi 25 orang agar lebih efisien.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua MPR PAN Eddy Soeparno menyatakan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden. Sebagai partai pendukung, PAN menegaskan akan taat dan patuh terhadap segala keputusan Presiden Prabowo terkait komposisi kabinet.

Menurut tiap media