Prabowo Pimpin Rakor Penanganan Gempa 7,7 SR di NTT, Jelaskan Alasan Kehadiran Terlambat
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanganan gempa bumi berkekuatan 7,7 SR di Nusa Tenggara Timur di Posko Bencana Yonif TP 834/Wakanga Mere, Nagekeo. Rapat ini bertujuan mengkoordinasikan upaya penanggulangan dan pemulihan pasca-gempa. Hadir sejumlah menteri dan kepala lembaga termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Menteri Sekretaris Negara, dan Kepala BNPB. Presiden Prabowo tiba di lokasi kejadian menggunakan helikopter kepresidenan pukul 12.55 WITA, kemudian menuju lokasi bencana dengan kendaraan roda empat militer.
Prabowo menjelaskan alasan keterlambatannya meninjau lokasi gempa. Menurutnya, kehadirannya yang tidak langsung bertujuan agar instansi terkait lebih leluasa bekerja dan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Ia khawatir kehadiran banyak pejabat pusat dapat membuat perhatian pemerintah daerah dan petugas terpecah, mengurangi efisiensi penanganan darurat. Fokus utama adalah tindakan cepat, pelayanan langsung, dan distribusi bantuan yang efisien.
Dalam rapat yang dipimpinnya, Prabowo menegaskan pentingnya koordinasi terpusat dan minim birokrasi agar bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan. Namun terdapat perbedaan dalam tanggal rapat: Kumparan melaporkan rapat berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, sementara JPNN.com menyebutkan tanggal 27 Agustus 2026.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Prabowo Pimpin Rakor Penanganan Gempa 7,7 M NTT di Nagekeo
26 Agustus 2026 pukul 12.43 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Prabowo Ungkap Alasan Dirinya Baru Tinjau Lokasi Gempa NTT
26 Agustus 2026 pukul 20.37 · Baca aslinya ↗