Jakarta · Minggu, 20 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Soroti Transformasi BUMN dan Target Dividen Danantara Rp 200 T

Presiden Prabowo Subianto menyoritkan transformasi BUMN di bawah pengelolaan BPI Danantara, yang diklaim berhasil mengubah sejumlah perusahaan dari rugi menjadi untung. Dalam beberapa kesempatan, Prabowo menyampaikan angka kenaikan laba beragam, seperti PT Timah yang melonjakan keuntungan hingga 9 kali lipat, PT Pertamina naik 86%, PT Pegadaian naik 84,4%, PT Semen Indonesia naik 408% hingga 400%, PT Pupuk Indonesia naik 252% hingga 252,8%, dan PT Perkebunan Nusantara naik 54,4% hingga 54%. Prabowo juga menyebutkan bahwa rata-rata pertumbuhan laba BUMN mencapai lebih dari dua digit, dan pendapatan yang dikelola Danantara naik 400% dalam satu setengah tahun.

Atas pertumbuhan ini, Prabowo menetapkan target agar Danantara mampu mencatatkan dividen sebesar Rp 200 triliun pada 2026, melanjutan dari Rp 53 triliun pada 2024 dan Rp 138 triliun pada 2025. Di sisi lain, Prabowo menyatakan bahwa program streamlining BP BUMN dan BPI Danantara telah menutup 328 BUMN yang dianggap tidak produktif, dengan target mencapai 750 perusahaan pada Desember 2026. Ia menegaskan bahwa karyawan yang terdampak tidak akan diberhentikan secara paksa, melainkan akan ditawarkan pemindahan, pensiun dini, atau solusi lain secara adil.

Prabowo menyampaikan bahwa penutupan BUMN sebagian besar disebabkan oleh pengelolaan yang tidak bertanggungjawab oleh direksi dan manajemen lama. Untuk mengatasi hal ini, ia berjanji melakukan penelusuran investasi selama 30 tahun ke belakang dan membentuk pengadilan khusus untuk memproses kasus dugaan penyalahgunaan dana negara oleh direksi lama BUMN. Transformasi ini, menurutnya, bertujuan mengubah persepsi BUMN dari beban negara menjadi perusahaan yang kuat dan menguntungkan.

Menurut tiap media