Prabowo Tekankan Stabilitas Pemerintahan dan Efisiensi Kabinet di Muktamar NU
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Presiden Prabowo Subianto dalam penutupan Muktamar NU ke-35 di Jombang menekankan pentingnya stabilitas pemerintahan. Ia menyatakan Indonesia, sebagai negara keempat terbesar dengan penduduk 300 juta orang dan wilayah setara Eropa, membutuhkan kerja sama delapan partai dalam koalisi. Prabowo menyoroti efisiensi kabinet dengan membandingkannya ke Timor Leste yang memiliki 28 menteri meskipun penduduknya hanya 1,1 juta orang. Ia juga menjawab kritik kabinet 'gemuk' dengan menekankan bahwa ukuran kabinet tidak harus dianggap tidak efisien. Dalam pertemuan dengan delapan partai, Prabowo menyatakan bahwa tujuh partai telah terpilih dalam koalisi pemerintah, menjadi faktor efisiensi. Ia merujuk contoh stabilitas di Jepang dan Inggris sebagai referensi. Perbedaan ditemukan dalam jumlah partai (7/8 vs 8) dan data penduduk Timor Leste (1,1 juta vs 1 juta orang).
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Prabowo saat Tutup Muktamar NU: Pemerintah Butuh Ketenangan
31 Agustus 2026 pukul 12.34 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Disindir Punya Kabinet Gemuk, Prabowo: Kita Besar Sekali, Timor Leste Saja 28 Menteri
31 Agustus 2026 pukul 14.20 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Prabowo Ungkit Kabinetnya Disinggung Gemuk, Bandingkan dengan Timor Leste
31 Agustus 2026 pukul 16.11 · Baca aslinya ↗