Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Pramono Anung Targetkan Penurunan Stunting dan Peningkatan IPM Jakarta Menuju 50 Besar Global

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan penurunan angka stunting dari 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun ke depan. Target ini disampaikan dalam acara Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026. Pramono meminta Kepala Dinas Kesehatan DKI dan para kader posyandu untuk aktif mendukung penurunan angka stunting, yang faktor penyebabnya relatif kompleks. Stunting menjadi salah satu fokus utama dalam pelayanan kesehatan di Jakarta. Pemerintah juga melakukan penelusuran kasus tuberkulosis (TB) sebagai bagian dari upaya penanganan kesehatan. Pramono menekankan pentingnya peran kader posyandu yang berada di paling dekat dengan masyarakat dalam mengatasi masalah stunting ini. Upaya kesehatan ini juga mendukung capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta yang saat ini mencapai 83,55, tertinggi di antara semua provinsi di Indonesia. Dalam pengembangan Jakarta, Pramono juga mendorong agar pembandingnya adalah kota-kota dunia agar kualitas hidup warga Jakarta semakin baik dan sehat. Penurunan stunting dan penanganan TB diharapkan dapat mendukung pencapaian ini secara keseluruhannya. Jakarta saat ini memiliki IPM sebesar 85,05, menjadi tertinggi di Indonesia, yang mengukur kesehatan, pendidikan, dan pengeluaran per kapita. Selain IPM, penurunan rasio Gini juga menjadi fokus, yang telah turun dari 0,441 menjadi 0,435. Pramono juga menyatakan komitmen untuk menjadikan Jakarta terbebas dari kabel semrawut dalam lima tahun, dengan total panjang kabel yang perlu ditangani sekitar 6.500 km. Saat ini, 3.148 dari 4.469 Posyandu (70,44%) di Jakarta telah menerapkan Smart Posyandu. Sistem berbasis data dan teknologi ini bertujuan mempercepat deteksi dini dan tindak lanjut masalah kesehatan. Selain stunting, peran Posyandu juga berkontribusi pada penurunan jumlah RW kumih di Jakarta dari 445 menjadi 211 RW.

Menurut tiap media