Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prediksi Rupiah vs Dolar AS Hingga Akhir 2026 dan Faktor Penentu Nilai Tukar

Rupiah dibuka melemah pada Selasa (18/8/2026) ke posisi Rp17.830 per dolar AS, turun 0,06% dari Rp17.820 pada hari Jumat sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh data ekonomi AS yang menurun, terutama penjualan ritel turun pertama kali dalam sembilan bulan, yang mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Indeks dolar AS juga melemah 0,11% ke 99,528, sementara peluang kenaikan suku bunga Fed pada September turun menjadi 30,6% dari 52,2% minggu sebelumnya.

Menurut Rully Arya Wisnubroto dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp17.500-Rp18.000 per dolar AS hingga akhir 2026. Tekanan nilai tukar berasal dari defisit perdagangan berkelanjutan, kenaikan harga minyak yang meningkatkan kebutuhan impor energi, serta program pemerintah yang membutuhkan bahan baku impor, yang memperlemah neraca eksternal Indonesia. Rully menilai sulit bagi rupiah untuk bertahan secara berkelanjutan di bawah Rp18.000.

Bank Indonesia diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan pada 5,75% setelah proses pergantian pemimpin di bawah Destry Damayanti. Perubahan kepemimpinan di BI diproyeksikan lebih pro-pertumbuhan dengan penggunaan instrumen di luar suku bunga, mengingat ruang pemangkasan suku bunga masih terbatas. Keputusan kedua lembaga ini serta faktor eksternal seperti simposium The Fed di Jackson Hole minggu depan akan menjadi pertimbangan utama dalam pergerakan rupiah.

Menurut tiap media