Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Presiden Prabowo Buka Peluang Reshuffle Kabinet Menjelang Dua Tahun Pemerintahan

Presiden Prabowo Subianto membuka kemungkinan melakukan perombakan (reshuffle) kabinet menjelang dua tahun masa pemerintahannya. Langkah ini dinilai sebagai waktu yang logis bagi para menteri untuk membuktikan kinerja. Tujuan reshuffle adalah memastikan penempatan orang yang tepat sesuai kompetensi serta memberikan tindakan tegas bagi pejabat yang bermasalah secara hukum.

Pengamat politik Arifki Chaniago menilai isyarat ini sebagai persiapan formasi kabinet untuk "babak kedua". Menurutnya, dua tahun pertama adalah periode membangun dan menguji tim, sementara tahun ketiga menuntut menteri menghasilkan program yang dirasakan masyarakat. Reshuffle dipandang sebagai penyesuaian strategi dan formasi untuk menghadapi tantangan selanjutnya.

Sementara itu, Partai NasDem melalui Sekjen Hermawi Taslim menyatakan dukungan penuh kepada pemerintahan Prabowo hingga 2029. Namun, NasDem menegaskan tidak merasa berhak mengisi posisi di kabinet sebagai bentuk pelajaran moral dan etika publik, karena merasa tidak berkontribusi langsung dalam perjuangan pilpres hingga terpilihnya Presiden Prabowo.

Menurut tiap media