Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Program Magang dan Kolaborasi Industri Diperkirakan Kurangi Pengangguran Lulusan Perguruan Tinggi

Survei Sakernas pada Mei 2026 mencatat 14,31% lulusan D-4 hingga S-3 masih menganggur, atau setara 1.033.132 orang. Prof. Tadjuddin Noer Effendi menyatakan penyebab utama adalah mismatch kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, karena pendidikan cenderung memberikan teori sementara industri membutuhkan keterampilan praktis, terutama di era AI dan robotika. Program magang pemerintah dianggap efektif namun daya tampungnya terbatas, sehingga ia merekomendasikan peningkatan pusat pelatihan vokasi terintegrasi dengan industri.

Bambang Soesatyo mendukung kolaborasi universitas dengan industri, termasuk magang dan pelatihan, untuk meningkatkan kesiapan lulusan. Menurut Data BPS 2025, angka pengangguran terbuka mencapai 7,28 juta orang, dengan 1,01 juta di antaranya adalah lulusan perguruan tinggi. Kolaborasi ini bertujuan memperkecil kesenjangan kompetensi dan mempererat tatap mata antara pendidikan tinggi dan dunia industri.

Kedua sumber menyoroti pentingnya integrasi antara pendidikan dan industri, meskipun persentase pengangguran lulusan perguruan tinggi berbeda antar laporan: 14,31% (1.033.132 orang) menurut Sakernas 2026, dan 1,01 juta orang dari total 7,28 juta penganggur terbuka menuruh BPS 2025.

Menurut tiap media