Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Prospek Ekspor Indonesia Hingga Akhir 2026 Masih Positif

Prospek ekspor Indonesia hingga akhir 2026 tetap positif, didukung oleh industri pengolahan sebagai tulang punggung ekspor. Pada Januari–Juli 2026, ekspor tumbuh 4,43 persen sementara impor mencapai 19,94 persen. Tantangan utama adalah mengonversi pertumbuhan impor menjadi peningkatan produksi dan ekspor agar surplus perdagangan tetap terjaga.

Industri pengolahan bernilai tambah seperti makanan-minuman, agroindustri, logam, elektronika, dan otomotif memiliki peluang ekspor, sementara industri padat karya seperti tekstil dan furnitur masih menghadapi tantangan produktivitas dan persaingan global. Sebanyak 91,33 persen impor terdiri dari bahan baku/penolong dan barang modal, sehingga dampaknya perlu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan ekspor.

Kedua sumber menyatakan bahwa pertumbuhan impor perlu diwaspadai dan harus diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan ekspor, dengan 91,33 persen impor berasal dari bahan baku, penolong, dan barang modal.

Menurut tiap media