Ketika Impor Harus Menjadi Jalan Menuju Ekspor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Prospek ekspor Indonesia hingga akhir 2026 tetap positif, didorong oleh peran industri pengolahan sebagai tulang punggung ekspor. Namun, pertumbuhan impor perlu diwaspadai. Pada Januari–Juli 2026, ekspor tumbuh 4,43%, sementara impor melonjak 19,94%. Meski kenaikan impor mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi, 91,33% dari total impor terdiri dari bahan baku, penolong, dan barang modal, sehingga dampaknya perlu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan ekspor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 13.59
Kadin: Ekspor RI masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 21.04
Ekonom proyeksi defisit transaksi berjalan 2026 melebar ke 2,49 persen
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 15.00
Neraca Dagang Indonesia Agustus 2026 Cetak Surplus Tinggi USD 7,25 Miliar
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 13.56
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$ 3,55 Miliar di Agustus 2026
Berita terkait
Pengusaha Pede Neraca Perdagangan Indonesia Masih Bisa Surplus
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 21.45
Pengusaha Waspadai Harga Minyak Bisa Gerus Surplus Neraca Perdagangan RI
kumparan · 24 September 2026 pukul 16.45
Dunia Makin Doyan Kopi RI, Ekspornya Tembus Rp 12,3 T
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 12.14
Nilai ekspor perdagangan RI Januari-Juni capai 140,81 miliar dolar AS
ANTARA News · 3 Agustus 2026 pukul 13.16