Proyek Energi Hijau dari Limbah Sawit di KEK Sei Mangkei
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
PT reNIKOLA Primer Energi (PT RPE) menandatangani perjanjian jual beli compressed biomethane gas (CBG) jangka panjang dengan PT Pertagas Niaga (PTGN), anak usaha PT Pertamina Gas. Proyek senilai US$ 40 juta ini menggabungkan produksi biometana dari 8 pabrik kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) dengan jaringan distribusi gas yang sudah ada di Indonesia. Setelah beroperasi penuh, proyek ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 830.000 MMBtu CBG per tahun. PTGN akan menjadi pembeli CBG selama 15 tahun dan menyalurkan ke konsumen industri melalui jaringan gas alam yang tersedia. Pertagas juga akan membangun stasiun injeksi biometana pertama di Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Proyek ini memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) sebagai bahan baku, yang diproyeksikan mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 320.000 ton CO₂ setara per tahun, atau setara dengan mencegah pembakaran 161 juta kilogram batu bara.
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengembangkan bio-metanol berbasis biogas dari limbah sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) sebagai bagian dari upaya membangun rantai nilai energi rendah karbon. Pengembangan ditandai dengan penandatanganan tiga kesepakatan strategis pada 14 Agustus 2025, yakni Joint Development Agreement dengan CRecTech (Singapura), Heads of Agreement dengan PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem), serta MoU dengan Pertamina International Marketing & Distribution (PIMD). Fasilitas percontohan akan dibangun di KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara, dengan kapasitas sekitar 50 ton bio-metanol per tahun. Teknologi katalis CRecREF milik CRecTech memungkinkan konversi biogas menjadi metanol dalam dua tahap, lebih singkat dari proses konvensional empat tahap, dan berpotensi menekan biaya produksi hingga 50%.
Integrasi biometana dengan jaringan gas yang ada diharapkan memperluas akses industri terhadap energi rendah karbon. Proyek ini juga memiliki manfaat lingkungan karena memanfaatkan POME yang merupakan limbah industri kelapa sawit, sekaligus berpotensi menangkap emisi metana yang sebelumnya terlepas ke atmosfer. Dari sisi hilir, kerja sama dengan Pertachem membuka jalur penyerapan di pasar domestik, mengingat kebutuhan metanol nasional mendekati 2 juta ton per tahun dengan dua pertiga masih dipenuhi impor. Sementara kerja sama dengan PIMD diarahkan untuk menjajaki pasar internasional bahan bakar maritim. Proyek ini diharapkan mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 320.000 ton ekuivalen CO₂ per tahun, setara dengan mencegah pembakaran 161 juta kilogram batu bara, dan memberikan manfaat sosial-ekonomi termasuk penciptaan ratusan lapangan kerja.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Kembangkan Biometana, Pertagas Niaga Bakal Beli CBG reNIKOLA
19 Agustus 2026 pukul 07.40 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Pertamina NRE Kembangkan Bio-Metanol dari Limbah Sawit
19 Agustus 2026 pukul 11.00 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Limbah Sawit Disulap Jadi Biometana, Energi Bersih buat Industri
19 Agustus 2026 pukul 12.34 · Baca aslinya ↗