Kembangkan Biometana, Pertagas Niaga Bakal Beli CBG reNIKOLA
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5063675/original/069359300_1734959861-WhatsApp_Image_2024-12-23_at_8.44.52_AM.jpeg)
PT reNIKOLA Primer Energi (PT RPE) menandatangani perjanjian jual beli compressed biomethane gas (CBG) jangka panjang dengan PT Pertagas Niaga (PTGN), anak usaha PT Pertamina Gas. Proyek senilai US$ 40 juta ini menggabungkan produksi biometana dari 8 pabrik kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) dengan jaringan distribusi gas yang sudah ada di Indonesia. Setelah beroperasi penuh, proyek ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 830.000 MMBtu CBG per tahun. PTGN akan menjadi pembeli CBG selama 15 tahun dan menyalurkan ke konsumen industri melalui jaringan gas alam yang tersedia. Pertagas juga akan membangun stasiun injeksi biometana pertama di Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Proyek ini memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) sebagai bahan baku, yang diproyeksikan mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 320.000 ton CO₂ setara per tahun, atau setara dengan mencegah pembakaran 161 juta kilogram batu bara. Integrasi biometana dengan jaringan gas yang ada diharapkan memperluas akses industri terhadap energi rendah karbon.
Bagikan
Berita terkait
Matahari Jadi 'Listrik Gratis' untuk Pedagang Pasar Kepandean
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 12.25
Dilengkapi PLTS 4 kWp, Pasar Kepandean Serang Jadi Pasar Energi Berdikari
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 12.03
Pertamina Ungkap Berbagai Strategi Wujudkan Ketahanan Energi Nasional
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 08.57
Cerita Local Hero Pertamina Bangun Kemandirian Energi Desa
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 22.34