Proyeksi dan Kondisi IHSG serta Rupiah Pekan 28 September 2026
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
IHSG dibuka melemah pada Senin (28/9/2026) ke level 6.209,75, melanjutkan tren negatif dari penutupan sebelumnya di level 6.241. Tekanan pasar dipicu sentimen global kebijakan suku bunga "higher-for-longer" setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75-4,0%, serta pengetatan moneter oleh ECB dan Bank of Japan. Faktor lain meliputi gejolak geopolitik Timur Tengah yang memengaruhi harga energi dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Terdapat perbedaan data terkait aksi jual investor asing pada pekan sebelumnya; SINDOnews menyebutkan net outflow sebesar Rp3,5 triliun, sementara CNBC Indonesia mencatat angka Rp3,16 triliun. Untuk nilai tukar rupiah, CNBC Indonesia melaporkan posisi Rp17.880 per dolar AS, namun kumparan menyebut rupiah anjlok ke level Rp17.986 per USD.
Kondisi pasar juga diwarnai volume transaksi yang rendah pada Senin pagi. CNBC Indonesia mencatat volume 2,01 miliar saham dengan nilai Rp443,99 miliar, sedangkan kumparan melaporkan 1,64 triliun lembar dengan nilai Rp326,7 miliar. Secara global, indeks bursa Asia bergerak bervarian dengan kenaikan di Jepang, Hong Kong, dan China, namun turun di Singapura.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Intip Proyeksi IHSG Pekan Ini usai Ambles 3% dengan Outflow Asing Rp3,5 Triliun
28 September 2026 pukul 09.01 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Harga Batas Minimum Saham Dihapus, IHSG Dibuka Turun ke Level 6.209
28 September 2026 pukul 09.06 · Baca aslinya ↗
kumparan
IHSG Dibuka Melemah 0,52%, Rupiah Anjlok ke Level Rp 17.986 per USD
28 September 2026 pukul 09.07 · Baca aslinya ↗