Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Proyeksi IHSG 6.180-6.335, Risiko Jatuh Di Bawah 6.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat ke level 6.180-6.335 pada pembukaan perdagangan Senin (5/10), setelah ditutup naik 27,39 poin atau 0,46 persen ke 6.036,89 pada Jumat (2/10). Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa pola golden cross dan indikator Stochastics K_D yang oversold mendukung sentimen bullish, sementara volume spike juga terbentuk. Pelaku pasar menyoroti lemahnya data ketenagakerjaan AS, di mana US Nonfarm Payrolls September hanya bertambah 29.000, jauh di bawah ekspektasi 90.000, sehingga menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga 25 bps pada pertemuan 28 Oktober 2026 turun menjadi 22,1 persen dari 64,2 persen pekan sebelumnya.

Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyatakan bahwa ruang penguatan IHSG baru terbuka lebih lebar jika indeks mampu melewati level 6.095, kemudian menembus rentang 6.111-6.121 untuk memperkuat momentum kenaikan. Sebaliknya, jika IHSG kembali terkoreksi, ia berpotensi menguji area support 5.979-5.973, dan jika support tersebut gagal bertahan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan hingga level 5.898. Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, juga melihat peluang bagi IHSG untuk bergerak konsolidatif setelah berhasil memantul dari sekitar 6.000. Namun, arah penguatan masih membutuhkan konfirmasi dari pergerakan berikutnya. Reza menempatkan area 6.000-5.854 sebagai support utama IHSG, sementara resistance berada di kisaran 6.100-6.110. Menurutnya, jika indeks berhasil melewati level 6.110, peluang terjadinya technical rebound lanjutan semakin terbuka.

Selain faktor teknikal, perhatian investor juga tertuju pada sejumlah agenda ekonomi AS yang akan datang. Pasar akan menunggu rilis ISM Services pada Senin, Fed Minutes pada Rabu, serta data jobless claims yang dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed. Data dan peristiwa ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan IHSG dalam waktu dekat.

Menurut tiap media