Proyeksi Penurunan Produksi Beras dan Padi oleh BPS Hingga Oktober 2026
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan penurunan produksi beras dan padi di Indonesia hingga Oktober 2026. Produksi beras setara konsumsi pada Juli 2026 diperkirakan mencapai 2,74 juta ton, turun 0,99% dari Juli 2025. Secara kumulatif, total produksi beras Januari hingga Oktober 2026 diproyeksikan 31,41 juta ton, turun 0,08% dari tahun 2025. Produksi padi pada Juli 2026 mencapai 4,75 juta ton gabah kering giling (GKG), menurun 1% dari Juli 2025. Untuk Agustus hingga Oktober 2026, produksi padi diproyeksikan 16,18 juta ton GKG, turun 0,92%. Total produksi padi Januari hingga Oktober 2026 diperkirakan 54,52 juta ton GKG, mengalami penurunan 0,08% dari tahun 2025.
Penyebab utama penurunan produksi adalah pengurangan luas lahan panen dan faktor cuaca. Luas panen padi pada Juli 2026 mencapai 0,93 juta hektare, menurun 1,05% dari tahun sebelumnya. Namun, CNBC Indonesia melaporkan bahwa luas panen padi Oktober 2026 diproyeksikan mencapai 0,86 juta hektare, turun 0,11% dibandingkan Oktober 2025. Selain itu, CNBC Indonesia menyebutkan produksi padi Oktober 2026 diproyeksikan 2,73 juta ton GKG, turun 0,11% dari tahun sebelumnya, yang berbeda dengan perkiraan Liputan6.com yang memproyeksikan produksi padi Agustus hingga Oktober 2026 sebesar 16,18 juta ton GKG.
Kedua media menyatakan bahwa faktor cuaca dan perubahan kondisi lahan menjadi risiko utama. BPS menegaskan proyeksi bersifat dinamis dan dapat berubah akibat serangan hama, banjir, kekeringan, atau pergeseran waktu panen petani.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Proyeksi BPS: Produksi Beras Turun Hingga Oktober 2026
1 September 2026 pukul 17.00 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Waspada Luas Panen Padi Berpotensi Susut pada Oktober 2027
1 September 2026 pukul 19.25 · Baca aslinya ↗