Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Waspada Luas Panen Padi Berpotensi Susut pada Oktober 2027

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan luas panen padi Oktober 2026 mencapai 0,86 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 0,11% dibandingkan Oktober 2025. Penurunan ini didorong oleh data survei pada Juli 2026 yang menunjukkan penurunan proporsi lahan dalam fase standing crop dan persiapan lahan, sekaligus kenaikan lahan yang berpotensi gagal panen serta lahan ditanami selain padi. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa komposisi kondisi lahan pada Juli menjadi indikator penting untuk memprediksi potensi panen bulan-bulan mendatang. Dari total lahan pertanian yang sedang ditanami padi pada Juli 2026, 36,27% berada dalam fase standing crop, dengan porsi terbesar pada fase generatif (15,78%) yang diperkirakan akan dipanen pada Agustus 2026.

Proyeksi BPS juga mengindikasikan penurunan potensi luas panen padi selama tiga bulan dari Agustus hingga Oktober 2026, yaitu sebesar 3,07 juta hektare, atau turun 1,29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (3,11 juta hektare). Penurunan ini juga memengaruhi estimasi produksi padi Oktober 2026 yang diproyeksikan mencapai 2,73 juta ton gabah kering giling (GKG), turun 0,11% dari tahun sebelumnya. Faktor cuaca menjadi risiko tambahan, dengan curah hujan pada Juli hingga September-Oktober 2026 diprediksi berada pada kategori rendah hingga rendah-sedang, yang berpotensi mempengaruhi hasil panen di berbagai wilayah Indonesia.

BPS menegaskan bahwa proyeksi tersebut masih bersifat potensial dan dapat berubah mengingat kondisi dinamis pertanaman, seperti ancaman hama, banjir, kekeringan, atau perubahan jadwal panen oleh petani. Oleh karena itu, angka final akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi pertanaman hingga Oktober 2026.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait