Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Proyeksi Pertumbuhan Data Center Indonesia 2030 Didukung Infrastruktur AI dan Cloud

Bisnis pusat data Indonesia diproyeksikan tumbuh drastis dari 580 MW pada 2024 ke 3,5 GW pada 2030 dengan CAGR 56,7% 2026-2030, didorong permintaan layanan cloud dan GPU untuk AI. Empat emiten unggul: Telkom Indonesia (NeutraDC), Indosat (BDx Indonesia dan Zankore), Dian Swastatika Sentosa (SMX01), dan DCII Indonesia. DCII memiliki pipeline 1.000 MW di Bintan. Jakarta dominan 55% kapasitas (322 MW operasional, 1,7 GW pipeline), Batam 126 MW operasional dengan 1,4 GW pipeline 71% hyperscale. Telkom melalui Telin mengembangkan infrastruktur AI dan cloud global, dengan CEO Abdul Rahman Ansyori menyatakan AI, cloud, dan platform digital mengubah cara kerja serta kebutuhan bandwidth AI mencapai 10x lipat. Kabel laut Bifrost Telin menghubungkan Singapura ke AS dengan kapasitas terpakai dalam satu tahun. Indonesia memiliki potensi ekonomi digital USD 130 miliar pada 2026, diproyeksikan USD 360 miliar pada 2030, dengan infrastruktur digital sebagai kunci. Pengembangan kabel laut internasional membutuhkan 5 tahun namun kapasitas Bifrost habis dalam kurang dari 1 tahun.

Menurut tiap media