Bisnis Data Center RI Meledak, 4 Emiten Ini Paling Siap Menangkap Cuan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bisnis pusat data di Indonesia diproyeksikan tumbuh drastis dari 580 MW pada 2024 ke 3,5 GW pada 2030, dengan CAGR 56,7% selama 2026-2030. Pertumbuhan ini didorong kuatnya permintaan layanan cloud dan infrastruktur GPU untuk AI. Empat emiten paling siap manfaatkan peluang ini: Telkom Indonesia (NeutraDC), Indosat (BDx Indonesia dan Zankore), Dian Swastatika Sentosa (SMX01), dan DCII Indonesia. DCII disebut memiliki pipeline terdalam dengan proyek 1.000 MW di Bintan. Jakarta mendominasi dengan 55% kapasitas (322 MW operasional, 1,7 GW pipeline), sementara Batam berkembang sebagai pusat regional dengan 126 MW operasional dan 1,4 GW pipeline, 71% di antaranya hyperscale. Proyek besar seperti DAMAC Digital (163 MW) dan DayOne (450 MW) juga sedang dikembangkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 11.45
Raksasa China BU Sampai Nekat Lepas Saham Rp 180 Triliun
Berita terkait
Demam AI, Emiten RI Ini Bikin Anak Baru dan Masuk Bisnis Data Center
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 09.45
Ledakan Data Center Bawa Petaka, Ini Daftar Pihak yang Diuntungkan
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 21.40
Kondisi Geopolitik Bawa 'Berkah' Investasi Data Center di RI
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.11
Kebutuhan Lahan dan Listrik untuk Pusat Data di Indonesia Terus Meningkat
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 18.16