Purbaya: AI dan LNSW Lacak Perdagangan Ilegal dan Potensi Kekurangan Pajak
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan database terintegrasi Lembaga National Single Window (LNSW) untuk mendeteksi perdagangan ilegal serta potensi penerimaan negara yang belum tergali. Menurut CNBC Indonesia, sistem ini telah berhasil mengidentifikasi 10 nama perusahaan dengan transaksi ilegal, termasuk perdagangan emas ilegal yang sedang diteliti. Purbaya juga menyatakan akan memeriksa supir dan pembeli dari perusahaan-perusahaan ilegal tersebut, serta memastikan pembayaran pajak yang belum tercatat.
ANTARA News melaporkan bahwa sistem AI ini dikembangkan untuk mendeteksi potensi kekurangan pembayaran pajak pada tingkat perusahaan, dengan data yang dicocokkan terhadap Surat Pemberitahian (SPT) wajib pajak dan dapat ditelusuri hingga beberapa tahun ke belakang. Jika ditemukan perusahaan yang terindikasi belum memenuhi kewajiban perpajakannya, pemerintah dapat meminta otoritas pajak melakukan pemeriksaan.
Kedua sumber juga menyebutkan penggunaan teknologi ini untuk mendeteksi perdagangan emas ilegal. Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah sudah memiliki data 10 besar pemain perdagangan emas ilegal yang siap digali lebih lanjut. Setelah nama perusahaan terungkap, pemerintah akan mengejar pendapatan yang belum masuk ke negara melalui ekstensifikasi pajak.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Pakai AI, Purbaya Sukses Lacak Perdagangan Ilegal
9 September 2026 pukul 17.05 · Baca aslinya ↗
ANTARA News
Purbaya sebut bakal gunakan AI LNSW deteksi potensi kekurangan pajak
9 September 2026 pukul 22.23 · Baca aslinya ↗