Purbaya sebut bakal gunakan AI LNSW deteksi potensi kekurangan pajak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan memanfaatkan teknologi AI di Lembaga National Single Window (LNSW) untuk mendeteksi potensi penerimaan negara yang belum tergali, termasuk indikasi kekurangan pembayaran pajak. Sistem ini mengintegrasikan berbagai data yang tersedia di LNSW untuk membantu analis melakukan pemeriksaan secara lebih mendalam, karena pengolahan data manual sulit dilakukan dengan volume informasi yang besar.
Pada masa depan, sistem AI ini akan dikembangkan untuk mengidentifikasi potensi kekurangan pembayaran pajak pada tingkat perusahaan. Data tersebut akan dicocokkan dengan Surat Pemberitahian (SPT) wajib pajak dan dapat ditelusuri hingga beberapa tahun ke belakang. Jika ditemukan perusahaan yang terindikasi belum memenuhi kewajiban perpajakannya, pemerintah dapat meminta otoritas pajak melakukan pemeriksaan.
Selain itu, teknologi ini juga akan digunakan untuk mendeteksi perdagangan emas ilegal. Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah sudah memiliki data 10 besar pemain perdagangan emas ilegal yang bisa digali lebih lanjut. Setelah nama perusahaan terungkap, pemerintah akan mengejar pendapatan yang belum masuk ke negara melalui ekstensifikasi pajak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.05
Pakai AI, Purbaya Sukses Lacak Perdagangan Ilegal
Detik.com · 9 September 2026 pukul 16.15
Purbaya Mau Kejar Potensi Pajak Perdagangan Emas Gelap
Detik.com · 9 September 2026 pukul 15.36
Purbaya Kebut Sistem Deteksi Pajak Ekspor-Impor Pakai AI
kumparan · 9 September 2026 pukul 15.10
Purbaya Kembangkan AI untuk Deteksi Potensi Pajak yang Belum Dibayar
Berita terkait
Purbaya Mendadak Sidak Kantor LNSW, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 15.01
Ribuan Warga RI Ketipu AI!
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 18.55
Penunggak Pajak Siap-Siap, Tahun Depan Bakal Kena Tagih DJP
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 18.22
Harga Emas Antam Turun Lagi, Segini Harganya Sekarang
Detik.com · 7 September 2026 pukul 09.21