Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

RAPBN 2027 Mencapai Rp4.097,2 Triliun untuk Peningkatan Produktivitas dan Infrastruktur

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan Rencana Anggaran Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027 mencapai Rp4.097,2 triliun, angka rekor tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia. Belanja negara meningkat 3,9 persen dari tahun sebelumnya dan dialokasikan untuk meningkatkan kualitas modal manusia melalui program produktivitas, kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, serta infrastruktur konektivitas. Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp3.362,2 triliun dan Transfer Ke Daerah (TKD) Rp735 triliun akan diselaras dengan BPI Danantara dan otoritas keuangan lainnya.

Pendapatan negara diproyeksikan Rp3.426 triliun dengan tumbuh 6,8 persen, terdiri dari kontribusi pajak Rp2.591,4 triliun dan PNBP Rp517,4 triliun. Rasio pendapatan ke PDB mencapai 12,23 persen. Defisit anggaman ditetapkan Rp671,2 triliun atau 2,4 persen dari PDB, naik dari 2,68 persen pada APBN 2026 namun tetap berada di bawah batas aman sesuai aturan fiskal.

Pemerintah menekankan sinergi dengan investasi Danantara untuk mendukung program-produk tersebut. Hingga Agustus 2026, APBN mencatat defisit Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB) dengan pendapatan mencapai 65,2 persen target dan belanja 58,7 persen target.

Menurut tiap media