Rencana Pemindahan Warga Gaza Dibantah AS, Dituduh Pembersihan Etnis oleh OKI
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee menyatakan tidak ada rencana Israel untuk memaksa warga Palestina keluar dari Gaza, menanggapi usulan Menteri Keamantan Israel Itamar Ben-Gvir yang mengusulkan pemindahan dua juta warga Gaza ke luar negeri. Ben-Gvir mengklaim sejumlah negara siap menampung warga Gaza dan menyatakan rencana memindahkan 250.000 warga pada tahun pertama, sisanya dalam enam tahun, dengan tegas menegaskan tujuannya adalah mendorong emigrasi bukan pemaksaan. Pernyataannya disampaikan menjelang pemilu Israel pada Oktober 2026.
Sekjen OKI Ismail Ould Cheikh Ahmed mengecam keras rencana pemindahan tersebut, menyebutnya sebagai pembersihan etnis, pelanggaran hukum internasional, dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang harus ditanggung jawab di pengadilan internasional. Ia menegaskan Gaza adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina yang diduduki Israel dan mengancam perdamaian serta solusi dua negara.
Perbedaan klaim muncul terkait skala dan niat rencana: Ben-Gvir menyebutkan rencana bertahap selama enam tahun dengan total dua juta warga, sementara Huckabee membantah adanya rencana paksaan. OKI mendesak penyelesaian berdasarkan Resolusi Dewan Keamangan 2803, akses tak terhalangi bantuan kemanusiaan, gencatan senjata permanen, dan pengunduran pasukan Israel.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Dubes AS Bilang Tak Ada Rencana Israel Usir Warga Palestina dari Gaza
5 September 2026 pukul 17.28 · Baca aslinya ↗
VOI
Sekjen OKI Kecam Rencana Pemindahan Paksa Warga Palestina dari Gaza
7 September 2026 pukul 09.00 · Baca aslinya ↗