Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Risiko Gangguan Pasokan Bahan Bakar di 17 Terminal BBM Akibat Pendangkalan Sungai

PT Pertamina Patra Niaga mengidentifikasi 17 terminal BBM yang berada di alur sungai rawan pendangkalan, termasuk LPGT Pangkalan Susu, FT Sei Siak, FT Pulau Baai, IT Pangkal Balam, FT (S) Ketapang, FT (S) Tg Pandan, FT Pulang Pisau, dan FT (S) Berau. Direktur Utama Mars Ega Legowo Putra menyampaikan bahwa pendangkalan sungai, khususnya di musim kemarau, dapat mengganggu kelancaran distribusi bahan bakar minyak serta biodiesel B50 dan bahan baku FAME. Untuk mencegah dampak, Pertamina mendorong koordinasi bersama pemerintah dan pihak terkait melalui rangkaian RDP guna mengelola alur sungai di sekitar terminal BBM agar tidak mengganggu pasokan energi.

Hingga 5 September 2026, 120 dari 121 terminal BBM Pertamina telah menyalurkan B50, dengan Terminal Sintang sebagai satu-satunya pengecualian akibat kendala akses sungai. Terdapat perbedaan data antar media: Warta Ekonomi melaporkan bahwa 94 persen dari 6.050 SPBU penyalur biosolar telah mendistribusikan B50, sementara 362 SPBU masih menyalurkan B40 terutama di wilayah terpencil. Sementara itu, CNBC Indonesia tidak menyebutkan angka-angka tersebut namun fokus pada identifikasi risiko dan koordinasi dengan pemerintah.

Menurut tiap media