Pendangkalan Sungai Hambat B50, Pertamina Soroti Risiko Pasokan di 17 Terminal BBM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pertamina Patra Niaga menyoroti risiko gangguan pasokan bahan bakar minyak, termasuk biodiesel B50 dan bahan baku FAME, di 17 terminal BBM yang berada pada alur sungai rawan pendangkalan. Direktur Utama Mars Ega Legowo Putra menjelaskan bahwa persoalan pendangkalan sungai, khususnya di musim kemarau, telah menghambat penyaluran B50 di Terminal BBM Sintang. Hingga 5 September 2026, 120 dari 121 terminal BBM Pertamina telah menyalurkan B50, dengan Terminal Sintang sebagai satu-satunya pengecualian akibat kendala akses sungai. Selain itu, sekitar 94 persen dari 6.050 SPBU penyalur biosolar telah mendistribusikan B50, sementara 362 SPBU masih menyalurkan B40 terutama di wilayah terpencil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 12.15
Punya 17 Terminal BBM di Hulu Sungai, Pertamina Waspadai Kekeringan
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 11.05
Pertamina Minta Harga Fame Untuk B50 Jadi Satu Harga, Ini Alasannya
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 05.45
Pertamina Sebut Konsumsi Biosolar Subsidi Naik akibat Beda Harga
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 20.53
Harga Solar Terpaut Rp 18.000 per Liter, Pertamina Waspadai Pelanggaran
Berita terkait
Disalurkan di 6.050 SPBU, Pertamina Sebut Biosolar B50 Bebas Keluhan
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 19.45
6.050 SPBU Pertamina Sudah Mendistribusikan Biodiesel B50
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 19.30
Pertamina Dongkrak Penyaluran B50 di Papua-Maluku
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 18.30
6.050 SPBU Pertamina Sudah Distribusikan B50
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 17.30