Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Menguat, IHSG Turun, Bitcoin dan Minyak Jadi Fokus Pergerakan Pasar 14 September 2026

Rupiah dibuka menguat 0,14% ke Rp17.560/US$ pada Senin (14/9/2026), membalikkan pelemahan Jumat sekitar Rp17.585. Indeks dolar AS (DXY) naik 0,05% ke 99,176. Lonjangan harga minyak WTI 2,8% pasca serangan di Timur Tengah dan koreksi harga minyak 2,37% Jumat. Inflasi AS Agustus naik 3,4% tahunan, memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Fed menjadi 87% pada 15-16 September. Indonesia kembangun penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan BRICS, dikatakan Gubernur BI di Mumbai.

Bitcoin (BTC) turun 0,70% menjadi US$76.723 (Rp1,34 miliar/koin) dengan kapitalisasi Rp27,11 kuadriliun, koreksi 3,89% mingguan namun naik 22,21% 30 hari. Penyebab utama tekanan minyak mentah (Brent US$109,97/barel) dan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed (probabilitas 71%). Ethereum turun 1,84%, BNB 1,40%, Solana 1,92%, Xp 1,99%. Semua aset kripto utama mengalami koreksi di perdagangan pagi.

IHSG turun 111,50 poin atau 1,70% ke 6.429,88 pada sesi I, Senin 14 September 2026. Tekanan utama dari sektor energi anjlok 4,87%, diikuti utilitas -4,09% dan kesehatan -2,39%. Empat saham penekan terbesar yaitu BYAN (-23,84 poin), EMAS (-10,64 poin), MDKA (-5,43 poin), dan BUMI (-4,69 poin). Investor asing mencatat net sell Rp664,34 miliar dengan total transaksi Rp4,60 triliun. Aksi jual terbesar pada ANTM (Rp164,81 miliar), BMRI (Rp127,90 miliar), dan BUMI (Rp124,55 miliar). Harga minyak dunia menembus US$100 per barel akibat ketegangan Timur Tengah.

Menurut tiap media