Bitcoin Jatuh ke US$76.723, Minyak dan The Fed Jadi Biang Kerok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bitcoin (BTC) turun 0,70% pada Senin (14/9/2026) menjadi US$76.723 (Rp1,34 miliar/koin) dengan kapitalisasi Rp27,11 kuadriliun. Harga melemah 3,89% mingguan namun naik 22,21% 30 hari. Penyebab utama tekanan minyak mentah (Brent US$109,97/barel) dan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed (probabilitas 71%). Ethereum turun 1,84%, BNB 1,40%, Solana 1,92%, XRP 1,99%. Semua aset kripto utama mengalami koreksi di perdagangan pagi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 13.00
Asing Net Sell Rp664 Miliar di Sesi I, Kompak Lego 10 Saham Ini
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 09.06
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.560
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 06.40
Daftar Saham Pendulang Cuan Pekan Ini, Telekomunikasi hingga Energi
Liputan6.com · 12 September 2026 pukul 12.56
Harga Emas Pegadaian 12 September 2026: Galeri24 dan UBS Sentuh Rp 2,5 Juta
Berita terkait
Bitcoin Melemah 0,89%, Usai Harga Minyak Tembus US$101 per Barel
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 18.30
Bitcoin Tembus US$80.802, Harapan Suku Bunga Fed Jadi Bahan Bakar
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 13.30
Harga Emas Hari Ini Melesat Terdorong Aksi Beli
Liputan6.com · 12 September 2026 pukul 07.30
Jelang Akhir Pekan Rupiah Ditutup Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.585
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.04