Rupiah Menguat pada Kuartal Akhir 2026, Tantangan Defisit dan Ketegangan Eksternal
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Rupiah mengalami fluktuasi pada akhir Agustus 2026, dengan perbedaan nilai penutupan antar media. SINDOnews melaporkan rupiah menguat 0,75% dalam sepekan hingga Rp17.694 per USD pada Jumat (21/8/2026) dari Rp17.827 per USD awal pekan, dipengaruhi oleh kebijakan buyback surat utang AS yang melipatgandakan program pemerintah. Sementara itu, CNBC Indonesia mencatat rupiah menutup di Rp17.685 pada hari yang sama, dengan penutupan terkuat sejak 22 Mei 2026. Perbedaan angka tersebut mencerminkan variasi data pasar antar sumber. Kedua media sekipasi penguatan rupiah tercermin pada Jisdor Bank Indonesia yang naik 0,73% mingguan ke Rp17.705 per USD. Namun, kedua laporan menyatakan bahwa tekanan eksternal tetap ada, seperti imbal hasil obligasi AS yang tinggi (4,738% untuk 10 tahun, 5.276% untuk 30 tahun) dan ketegangan di Timur Tengah. Pasar juga menantikan sanksi baru AS terhadap Iran serta simposium Federal Reserve di Jackson Hole sebagai faktor penentu arah rupiah ke depan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Rupiah Menguat 0,75% dalam Sepekan, Simak Proyeksi Pekan Depan
22 Agustus 2026 pukul 17.00 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.680
24 Agustus 2026 pukul 09.05 · Baca aslinya ↗