Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Rusia Awasi 189 Orang Setelah Kematian Pegawai Lab, Wabah Pes Ditolak

Rusia menempatkan 189 orang di bawah pengawasan medis di wilayah Irkutsk, Siberia timur, menyusul kematian seorang pegawai institut penelitian anti-pes berusia 27 tahun. Kematian tersebut diduga berkaitan dengan paparan penyakit pes setelah korban melakukan perjalanan dinas ke wilayah Buryatia, yang sebelumnya dilaporkan memiliki wabah di dekat perbatasan Mongolia. Namun, pemerintah Rusia membantah bahwa kematian ini disebabkan oleh wabah pes, dan menyebutkan bahwa laporan awal yang menghubungkan kematian dengan paparan pes hanyalah rumor.

Badan pengawas kesehatan Rospotrebnadzor menyatakan bahwa pasien meninggal akibat pneumonia dengan etiologi tidak diketahui, dan menegaskan bahwa tidak ada mikroorganisme terkait pekerjaan profesional ditemukan dalam pemeriksaan. Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, memastikan kondisi epidemiologis wilayah tetap stabil dan tidak ada staf laboratorium lain yang mencari bantuan medis. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, meminta masyarakat mengabaikan spekulasi dan mempercayai pernyataan resmi.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan tetap memantau situasi guna mewaspadai potensi penyebaran penyakit, meski menilai belum ada alasan untuk kekhawatiran besar. WHO dan otoritas kesehatan terkait belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini.

Menurut tiap media