Saham Grup MNC dan BCA Diperlihatkan Pergerakan Pasar Berbeda
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Saham Group MNC mengalami penguatan pada perdagangan hari Selasa (29/9/2026), didorong oleh sentimen pasar, aksi koleksi investor, serta penghapusan batas minimum harga saham Rp50. Analis Pasar Modal Senior Reza Priyambada menjelaskan pergerakan saham emiten Grup MNC dalam beberapa hari terakhir lebih dipengaruhi oleh faktor sentimen dibandingkan fundamental, sementara bisnis media dan keuangan MNC tetap berjalan normal tanpa masalah signifikan. Penghapusan batas minimum harga membuat saham MNC Vision Networks Tbk (IPTV) naik 8,7 persen ke level 25, dan MNC Tourism Indonesia (KPIG) menguat 11,63 persen ke level 48.
Di tengah beredarnya berbagai aksi korporasi dan spekulasi pasar, investor perlu kembali fokus pada fundamental perusahaan sebagai pegangan utama. Senior Market Analyst Nafan Aji Gusta menekankan pentingnya mengacu pada informasi material yang disampaikan melalui sumber resmi perusahaan, terutama ketika muncul rumor yang berpotensi memengaruhi persepsi pasar. Ia menyarankan agar investor tidak hanya melihat besarnya transaksi saham, tetapi juga menelusuri aktivitas perdagangan berdasarkan pihak yang bertransaksi, harga, volume, dan keterbukaan informasi terkait.
Untuk sektor perbankan, Nafan menyebutkan beberapa indikator fundamental penting seperti pertumbuhan kredit, profitabilitas, kualitas aset, dan komposisi dana murah. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) baru saja menunjukkan ketahanan fundamental dengan laba bersih Rp29,5 triliun pada semester I 2026, pertumbuhan kredit 8% secara tahunan menjadi Rp1.036 triliun, dana murah (CASA) mencapai 84,3% dari total dana pihak ketiga, serta NPL sebesar 1,9% dan LAR 4,9%.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Saham Group MNC Kompak Naik, Analis Minta Investor Cermati Fakta Tak Tergiring Isu Medsos
29 September 2026 pukul 19.12 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Fundamental Jadi Pegangan Investor di Tengah Spekulasi Pasar, Ini Kata Analis
30 September 2026 pukul 16.15 · Baca aslinya ↗