Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Samsung Naikkan Harga Chip AI, Nvidia Bantah Kembangkan Produk Khusus China

Samsung Electronics menaikkan harga chip manufaktur canggih hingga 15% pada Juli 2024, dipicu lonjakan permintaan chip untuk AI dan kapasitas produksi global yang ketat. Permintaan China menjadi pendorong utama, namun Samsung tidak mampu memenuhi semua permintaan karena harus menyisihkan kapasitas untuk kebutuhan internal dan pelanggan AS. Harga chip proses 4 nanometer (SF4) naik 10-15% untuk China dan AS, sementara Taiwan naik 5-10%. Wafer 5 nanometer naik 10-15%, wafer 8 nanometer hampai 10%.

Kenaikan harga ini memberi dorongan bagi bisnis foundry Samsung yang konstan mengalami kerugian sejak 2022. Samsung diperkirakan menyumbang lebih dari setengah pendapatan foundry pada tahun ini, tajam dibandingkan 15-20% pada akhir 2025. AI dan HPC menyumbang 30%+ pendapatan foundry. Dengan kapasitas TSMC semakin penuh, pelanggan beralih ke Samsung dan Intel, mendorong kenaikan harga.

Di sisi lain, Nvidia membantah laporan bahwa perusahaan siap mengirim chip AI khusus China pada akhir tahun. Juru bicara Nvidia menyatakan tidak ada produk LPU khusus China dalam rencana produksi serta tidak melakukan penjualan LPU di pasar China saat ini. Laporan The Information yang mengutip karyawan Nvidia mengenai pengiriman chip berbasis teknologi Groq melalui lisensi tidak benar. CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan pasar chip AI China telah dikuasai Huawei sebagai pesaing utama.

Menurut tiap media