China dan Amerika Berebut Chip, Harga Langsung Naik Gila-Gilaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Samsung Electronics menaikkan harga chip manufaktur canggih hingga 15% pada Juli 2024. Kenaikan ini dipicu lonjakan permintaan chip untuk AI serta kapasitas produksi global yang ketat. Permintaan China menjadi salah satu pendorong utama, namun Samsung tidak mampu memenuhi semua permintaan karena harus menyisihkan kapasitas untuk kebutuhan internal dan pelanggan AS. Harga chip proses 4 nanometer (SF4) naik 10-15% untuk China dan AS, sementara Taiwan naik 5-10%. Wafer 5 nanometer naik 10-15%, wafer 8 nanometer hampir 10%.
Kenaikan harga ini memberi dorongan bagi bisnis foundry Samsung yang konstan mengalami kerugian sejak 2022. Samsung diperkirakan menyumbang lebih dari setengah pendapatan foundry pada tahun ini, tajam dibandingkan 15-20% pada akhir 2025. AI dan HPC menyumbang 30%+ pendapatan foundry. Dengan kapasitas TSMC semakin penuh, pelanggan beralih ke Samsung dan Intel, mendorong penaikan harga.
Analis BNK Investment & Securities Lee Min-hee menyatakan kenaikan harga dapat membuat foundry Samsung menguntungkan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Samsung menguasai 7% pendapatan foundry global (Q1-2026), jauh di bawah TSMC yang menguasai 70%+ pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 07.41
Warga China Ramai-ramai Sewakan Wajah ke AI untuk Dracin
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 20.00
China Luncurkan Pinjaman Berbasis Token untuk Biayai Industri AI
Berita terkait
Laba Samsung Kuartal II Cetak Rekor Sejarah, Terdongkrak Chip AI
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 15.10
Perusahaan Tak Terkenal Jadi Sorotan, Mendadak Jadi Raja Baru di China
CNBC Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 13.40
Samsung Bagi-Bagi Duit Rp 1.274.000.000.000.000
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.45
Amerika Ungkap Alasan Sebenarnya China Makin Maju
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 21.20