Sanksi AS Dampai Iran: Minyak Habis, Penerbangan Terbatas, Gencatan Senjata Diusulkan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Ekonomi Iran semakin tertekan akibat blokade laut dan sanksi ekonomi AS melalui Operation Economic Outcast. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Iran diperkirakan kehabisan sumber pendapatan utama dalam dua minggu ke depan, dengan sisa pasokan minyak di perairan hanya tersisa 15 juta barel. Krisis ini mendorong Teheran mengajukan proposal gencatan senjata selama tujuh hari, menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh dengan syarat AS mencairkan aset beku senilai USD12 miliar dan menghentikan blokade angkatan laut di wilayah Teluk.
Di sisi lain, Iran mengadukan AS ke PBB melalui ICAO dan ICJ setelah AS memberlakukan sanksi ketat terhadap seluruh industri penerbangan Iran dan perusahaan yang membantunya. Sanksi ini menyebabkan pembatalan berbagai penerbangan internasional, termasuk ke UEA khususnya Dubai sebagai hub transit utama. Akibatnya, warga Iran beralih menggunakan Turki sebagai destinasi utama untuk perjalanan luar negeri.
Meskipun sanksi penerbangan ketat, maskapai Iran masih melayani sekitar 30 destinasi internasional, termasuk rute ke Afghanistan, Pakistan, China, Rusia, Malaysia, dan Thailand. Perbedaan laporan muncul terkait fokus sanksi: SINDOnews menekankan pada krisis minyak dan proposal gencatan senjata, sementara Detik.com lebih menyoroti dampak sanksi penerbangan dan langkah hukum ke PBB.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Minyak Iran Bakal Habis dalam 2 Minggu, Menkeu AS: Mereka Tak Punya Apa-apa Lagi
29 September 2026 pukul 07.33 · Baca aslinya ↗
Detik.com
AS Larang Semua Maskapainya, Iran Mengadu ke PBB
29 September 2026 pukul 13.49 · Baca aslinya ↗