Minyak Iran Bakal Habis dalam 2 Minggu, Menkeu AS: Mereka Tak Punya Apa-apa Lagi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi Iran terancam lumpuh total akibat blokade laut dan sanksi ekonomi Amerika Serikat melalui Operation Economic Outcast. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa Iran diperkirakan akan kehabisan sumber pendapatan utama dalam dua minggu ke depan karena sisa pasokan minyak di perairan hanya tersisa 15 juta barel.
Krisis ini mendorong Teheran mengajukan proposal gencatan senjata selama tujuh hari. Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh dengan syarat AS mencairkan aset beku senilai USD12 miliar dan menghentikan blokade angkatan laut di wilayah Teluk.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 22.01
Iran Tangkap Drone Bawah Laut AS, Bakal Pulihkan Data di Dalamnya
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 14.46
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Trump Tolak Tawaran Damai Iran
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 12.38
Harga Minyak Melonjak, BI Antisipasi Dampak ke Inflasi dan Nilai Tukar
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.56
Harga Minyak Dunia Melesat 1,27% usai Trump Tolak Proposal Damai Iran
Berita terkait
Di Tengah Perang dengan AS, Presiden Iran Ajak Negara Muslim Bersatu
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 21.10
Presiden Iran Siap Lawan Sanksi Baru AS: Mereka Tak Akan Capai Apa Pun
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 01.35
Presiden Iran: Kami Terus Berdiri Teguh Menghadapi Tekanan Ekonomi
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 18.45
Harga Minyak Hari Ini Turun 3% Imbas AS Pilih Terapkan Sanksi Ekonomi ke Iran
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 08.18