Peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Kenang-Kenangan Sejarah Proklamasi
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memimpin upacara di Jakarta dan mengingat perjuangan ayahnya, Bung Karno. Megawati menyampaikan bahwa Sukarno menghabiskan sekitar 18 tahun dalam penjara, pengasingan, dan tahanan rumah akibat pertempuran politik, termasuk 12 tahun penjara kolonial Belanda, 2 tahun pengasingan selama revolusi fisik, dan 4 tahun tahanan rumah tanpa pengadilan pada masa Orde Baru. Ia menegaskan tidak ada dokumen hukum yang diberikan kepada keluarga terkait status Sukarno saat itu, dan menegaskan bahwa pencabutan Ketetapan MPRS Nomor 33/MPRS/1967 tidak menyelesaikan persoalan sejarah. Megawati juga mengungkapkan bahwa sering meneriakkan 'Merdeka' berasal dari masukan para pejuang yang bertekad 'kalau tidak merdeka lebih baik mati', sehingga dalam interaksi mereka, satu meneriakkan 'Merdeka' dan yang lain menjawab 'Mati'.
Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia belum memiliki presiden dan wakil presiden. Pada 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadakan sidang di Gedung Pejambon untuk menetapkan pemimpin negara. Sukarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia pertama, sementara Mohammad Hatta menjadi wakil presiden, tanpa pemungutan suara atau perdebatan. Para anggota PPKI kemudian menyanyikan Indonesia Raya. Setelah sidang, Sukarno berjalan kaki pulang ke rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur, di mana ia membeli 50 tusuk sate dari penjual keliling dan menyantapnya di pinggir got tanpa meja atau kursi.
Pada malam 17 Agustus 1945, puluhan tokoh nasional berkumpul di rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol, Menteng, untuk merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia bersama Sukarno, Mohammad Hatta, Ahmad Subardjo, Sukarni, dan Sayuti Melik. Ahmad Subardjo mendiktekan kalimat pembuka 'Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia' kepada Sukarno, sementara Mohammad Hatta menambahkan penjelasan mengenai pemindahan kekuasaan agar naskah lebih lengkap. Setelah konsep selesai, Sayuti Melik mengetik naskah tersebut dalam suasana Ramadan. Naskah disetujui bersama sekitar pukul 04.00 dan kemudian dibacakan Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 pada pagi harinya.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
50 Tusuk Sate dan Hari Pertama Bung Karno Jadi Presiden
16 Agustus 2026 pukul 06.23 · Baca aslinya ↗
Malam Panjang di Rumah Maeda Sebelum Proklamasi
17 Agustus 2026 pukul 05.30 · Baca aslinya ↗
kumparan
Megawati Kenang Sukarno: Kita Harus Berani Lihat Sejarah dengan Kejujuran
17 Agustus 2026 pukul 12.35 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Megawati Ungkap Alasan Sering Teriakkan 'Merdeka': Masukan dari Para Pejuang
17 Agustus 2026 pukul 12.37 · Baca aslinya ↗