Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Senator Filep Wamafma Desak Presiden Akhiri Kekerasan di Papua

Senator Filep Wamafma mengecam penembakan tiga warga sipil aparatur pemerintah, yang oleh satu sumber dirinci sebagai pegawai Dinas Pertanian, di Kabupaten Jayawijaya pada 9 September 2026. Filep menegaskan bahwa masyarakat sipil adalah kelompok paling rentan dalam konflik bersenjata di Papua dan menuntut Presiden Prabowo Subianto segera mengambil keputusan politik nasional untuk mengakhiri siklus kekerasan serta memprioritaskan perlindungan warga sipil.

Berdasarkan data Komnas HAM semester I 2026, tercatat 42 peristiwa konflik dengan 59 korban meninggal dan 50 luka. Rincian korban meninggal terdiri dari 43 warga sipil, 8 anggota TNI-Polri, dan 8 anggota kelompok bersenjata. Filep menilai penembakan warga sipil yang masih terjadi menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap strategi penyelesaian konflik meskipun program pembangunan dan operasi keamanan telah berjalan.

Filep mendorong Presiden memimpin evaluasi nasional dengan menetapkan peta jalan yang mencakup target waktu, indikator keberhasilan, pembagian tanggung jawab antarlembaga, dan mekanisme pengawasan. Fokus utamanya adalah pengamanan jalur pelayanan publik serta perlindungan bagi tenaga kesehatan, guru, ASN, pekerja pembangunan, masyarakat adat, perempuan, anak, dan penanganan pengungsi.

Menurut tiap media